Thursday, 13 April 2017

Distrik Okhika, Papua - Selayang Pandang medio 2014-2015


NEHON, HEPHON KUPHON NUP YUMA TAN HEMON ABENONGA

'Saya, Engkau, dan kita bersama membangun di wilayah ini'

#DamarMengajar #CeritaMengajar

-4.664571, 140.678573
4°39'52.5"S 140°40'42.9"E

Bandara Distrik Okhika dalam bentuk Google Street View yang diabadikan oleh salah satu pilot perintis Dough Allrich (2013)


Papua itu mengagumkan di setiap lekuk wilayahnya. Salah satu nya adalah distrik Okhika. Salah satu distrik muda hasil pemekaran di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea.

Distrik yang terletak di koordinat -4.664571, 140.678573 (4°39'52.5"S 140°40'42.9"E) ini dihuni oleh suku Ngalum yang merupakan penduduk asli Okhika.

Distrik Okhika nampak dalam citra satelit Google (April 2017)

Lalu bagaimana peradaban di distrik yang termasuk dalam daerah terdepan, terluar dan tertinggal ini? Berikut adalah gambaran singkatnya.

Transportasi
Dengan demografi pegunungan yang cukup ekstrim, transportasi darat belum mampu menjangkau daerah ini karena memang belum ada sarana jalan yang memadai. Satu-satunya alat transportasi yang dapat menjangkau wilayah ini adalah pesawat perintis yang rata-rata berpangkalan di Bandar Udara Internasional Sentani.


Komunikasi
Bagi yang terbiasa dengan sinyal selular jangan berharap banyak dapat berkomunikasi dengan mudah. Ketiadaan BTS di daerah ini membuat komunikasi dengan telepon selular konvensional mejadi mustahil. Telepon satelit menjadi sarana komunikasi solutif disamping keberadaan radio SSB.
Meskipun terdengar sederhana, keberadaan radio SSB ini sangat krusial untuk memandu penerbangan perintis di setiap bandara distrik.


Ekomoni
Perekonomian warga masih tergolong sangat sederhana. Beberapa kios berdiri di sekitar balai desa dan pasar sederhana yang janya berupa tanah lapang di seberang balai desa. Hari pasar setiap dua kali dalam satu minggu menjadi wadah transaksi masyarakat setempat. Selain hasil bumi, terdapat juga beraneka komoditi yang didatangkan dari kota. Hanya saja nominal transaksi nampak begitu tinggi akibat biaya pengiriman yang juga mahal karena harus menggunakan jasa penerbangan yang tidak murah. Sebagai salah satu contoh adalah harga minyak yang menyentuh angka Rp. 50.000 untuk setiap liternnya. Harga yang cukup fantastis bukan?
Membeli salah satu makanan olahan masyarakat di pasar.


Kesehatan
Terdapat sebuah puskesmas pembantu sebagai penunjang masalah kesehatan masyarakat. Hanya saja fasilitas ini belum mampu bekerja maksimal akibat ketiadaan tenaga medis yang siap sedia setiap saat. Hal yang perlu diapresiasi adalah kegiatan posyandu yang sifatnya rutin diadakan setiap satu bulan sekali. Selain pencatatan data kesehatan anak-anak balita, terdapat pula pembagian makanan bergizi bagi anak-anak tersebut yang dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat.


Air bersih dan listrik
Wilayah pegunungan dengan sumber air bersih cukup melimpah dari mata air yang belum tercemar polusi. Manajemen distribusi pengairan sederhana menggunakan selang cukup membantu masyarakat setempat. Demikian pula keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang cukup memadahi untuk mengaliri arus listrik satu kampung. Fasilitas ini sesekali perlu mendapat perhatian dari sisi perawatan. Sayangnya kesadaran maupun kompetensi sumber daya manusia di distrik ini belum masih sangat perlu ditingkatkan. Contohnya adalah fasilitas PLTS dengan fitur canggih dan berpanduan Bahasa Inggris. Di satu sisi keberadaannya sangat membantu, akan tetapi karena keterbatasan kompetensi sehingga seringkali sumber daya manusia lokal dari masyarakat setempat belum dapat memahami buku panduan yang digunakan.


Pendidikan
Terdapat sekolah negeri di distrik ini. Hanya saja masih berada pada jenjang SD dan SMP saja. Selain itu terdapat pula sekolah alkitab yang di kelola oleh gereja setempat. SD dan SMP ini dalam struktur sekolah satu atap dengan nama SD-SMP Satu atap Bakonaip. Keterbatasan guru dan tenaga kependidikan menyebabkan proses belajar mengajar di sekolah ini belum dapat berjalan maksimal. Kehadiran guru SM3T selama 2 periode pengabdian cukup memberi kontribusi positif. Sayangnya program ini bersifat jangka pendek sehingga masih diperlukan upaya yang lebih serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan di distrik ini.



Belajar mengenal Alphabet bersama Guru SM3T, Fathoni Hari Bintara.

*informasi dalam teks ini direkam dalam medio tahun 2014-2015


English Alphabet - Coloring book for kids

Free download:  English eBook - Alphabet - Coloring